WARUNG GAIB KM 12

Warung Gaib Di Pinggir Jalan KM 12 Yang Menjadi Misteri

Warung Gaib Dipinggir Jalan – Perkenalkan nama saya Dede (24 tahun) asal dari Depok, kali ini saya ingin berbagi pengalaman misteri tentang warung gaib. Kisah ini terjadi di tahun 2012 silam.

Ya saya ini kalo di kampus selalu pulang hingga larut malam sekali, bukan ada mata kuliah tambahan melainkan nongkrong-nongkrong ga jelas bersama teman-teman kampus. Melihat jam tangan sudah pukul 23:30 malam, saya dan ketiga teman saya ya sebut saja namanya ivan, rizki dan soni, memutuskan untuk pulang.

Dan seperti biasa saya dan soni selalu bareng karena jalur untuk pulang kerumah itu searah. Kami berdua menggunakan sepeda motor tetapi kami tidak berboncengan. Di awal perjalanan menuju pulang kita menjalankan motor sedang sambil beriringan satu sama lain. Malam kali ini ditemani hujan rintik2 dan dingin nya cukup menembus jaket saya yg membuat saya menggigil.

Saat saya melaju motor saya tiba-tiba soni meminggirkan motornya dan mengajak untuk berhenti bila ada warung nanti. Saya pun menyetujui, kita pun kembali jalan dan saya jalan di belakang soni. Di perjalanan yang sepi hanya ada beberapa pengendara.

Ya sebenarnya malam ini malam yang aneh biasa saya pulang jam 00:30 saja tak sepi seperti ini walaupun hujan rintik2 masi ada orang yang berlalu lalang. Saya hiraukan saja malam itu walaupun ada keanehan mungkin saja itu hanya perasaan saya.

Sialan, malam ini memang begitu dingin sekali, saya kurangi kecepatan motor saya karena dingin yang membuat konsterasi saya buyar saat mengendarai motor. Selagi saya sedang berkendara tiba-tiba soni yang di depan saya berhenti dan saya menghampiri soni.

“Kenapa son motor lu?” Tanya saya kepada soni.

“Tadi gue ga liat ada polisi tidur gede banget, gue hantam aja, makanya gue berhenti untuk ngecek takut kenapa2 nih motor” jawab soni.
“Polisi tidur?? Setau gue ini jalan Mana ada polisi tidur dan gue dari tadi di belakang lu juga ga liat lu ngehantam apapun” seru saya.

Dan hal ini membuat kacau pikiran saya apa yg terjadi dan apa mungkin soni hanya bercanda. Soni ga mungkin bercanda setau saya soni itu orang yang kalem dan untuk bercanda pun jarang sekali.

Setelah soni mengecek motor nya, kita kembali berjalan, saya melihat-lihat sekitar ternyata hanya saya dan soni yang berada di jalan malam itu. Dan itu membuat saya heran bin penasaran, tak lama dari kejauhan samar2 lampu 5 watt. Dan begitu semakin dekat ya itu ternyata warung dan di dekat situ ada baleho atau papan iklan besar yg masi kosong belum ada iklan yang terpampang.

Akhirnya soni dan saya berhenti dan mampir ke warung tersebut. Pas saya turun dari memakirkan motor saya tiba2 saya tersandung papan kilometer yg tingginya selutut saya dan cukup membuat kaki saya sakit. Ya sudahlah faktor dingin dan sedikit kecapekan membuat saya ga melihat ada nya papan kilometer ini.
Kami berdua masuk ke warung tersebut, tersedia bangku dan meja kami pun duduk. Setelah kami duduk keluarlah ibu-ibu dan seorang bapak seperti nya mereka suami istri, dengan menyapa dengan ramah dan bersenyum, Bandar Bola.

“Pesan apa mas?” Tanya ibu warung itu sambil tersenyum..
“Pesan kopi nya dua bu, kalo ada makanan ringan seperti roti juga pesan 2 ya” jawab soni.
Ibu itu pun tersenyum, dan kembali masuk ke warung untuk membuatkan kopi. menunggu si ibu membuatkan kami kopi saya pun iseng-iseng bertanya kepada suami ibu warung.
“Warung nya buka 24 jam pak?” Tanya saya.

Misteri Warung Gaib

“Iya mas,saya berjaga bergantian dengan istri saya” jawab bapak itu.
“Malam ini dingin sekali pak dan jalan begitu sepi sekali” ujar saya.
Dan bapak itu hanya tersenyum kepadaku.
“Ini mas kopi sama roti nya” ibu warung sambil menyuguhkan kopi dan roti yg kami pesan.
“Oiya bu, terima kasih ya bu” jawab soni.
“Saya juga buatkan tahu isi juga dingin-dingin begini enak lho mas untuk isi perut mas-mas ini, masi hangat lho mas” ujar ibu warung.
“Iya bu, terima kasih” jawab saya.

Lagi-lagi ibu itu tersenyum kembali kepada saya dan soni. Lalu saya ambil tahu isi itu, kebetulan saya sangatlah lapar karena menerjang dingin nya malam di tambah rintik hujan. Setelah saya makan ternyata enak sekali lho begitupun juga sambalnya, sampai2 saya dan soni habiskan tanpa tersisa. Setelah saya rasa sudah cukup istirahat nya aku dan soni pun membayar nya.
“Semua tadi berapa bu? ,kopi 2 roti 2, dan tahu isi kita berdua habiskan hehe” soni sambil tertawa.

“Semua 20 ribu saja mas” jawab ibu warung sambil tersenyum.
Setelah kami membayarnya akhirnya kami pun segera melanjuti perjalanan pulang, selagi saya menuju motor yang saya parkir lagi-lagi saya tersandung papan kilometer. Oke kali ini saya benar-benar meleng, penasaran sama kilometer yang membuat kaki saya tersandung saya pun ingin melihat, ternyata kilometer 12.

Setelah rasa penasaran saya hilang akhirnya kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang. Soni pun belok kiri karena kali ini saya sudah ga sejalur lagi dengan nya dan rumah saya masi jauh sedikit.

Tiba-tiba arah yang menuju rumah saya tidak sepi ada kendaraan berlalu lalang, yang sebelum nya sepi sama sekali tidak ada motor. “Sialan, malam ini terasa sangat aneh, mungkin karena gue kelelahan, soni jga terlihat biasa aja ga ada hal aneh yg terjadi” saya dalam hati. Sesampainya dirumah, saya solat isya dan membersihkan diri.

Baca Juga : Sopir Taksi Malam

Matapun belum mau menutup alias belum ngantuk, selagi belum mengantuk saya pun mendengarkan lagu, sedang asiknya mendengarkan lagu hape pun berdering dan ternyata itu soni.

“Tadi lu ngerasa aneh ga selama perjalanan pulang dit?” Tanya soni melalui telpon.
“i..i..iiya sih” jawab aku.
“Kirain gue doang dit, motor gue pas di cek dirumah ternyata ga ada yg rusak padahal tadi gue hantam polisi tidur gede banget cuy” ujar soni.
“Iya syukur deh, son gw cape banget nih gw tutup ya” jawab aku.
“Oh, oke-oke dit” ujar soni.
Karena perjalanan tadi membuat saya stres ga seperti biasanya akhirnya saya memutuskan untuk tidur dan menutup telpon dari soni.

Akhirnya saya tertidur, seperti biasa alarm hapeku pukul 5 pagi berdering untuk membangunkan ku solat subuh. Mata terasa berat untuk melek terlihat samar-samar bapak dan ibu warung itu di sudut kamar sambil beridiri dengan muka pucat. Dan tanpa berekspresi seperti nya melayang antara sadar dan tidak atau hanya berhalusinasi saja. Sialan apaan lagi ini, saya pun tertidur kembali akhirnya tidak sholat subuh.

Pagi pun menjelang, pukul menunjukan 7:00 pagi, dan saya pun bergegas untuk berangkat ke kampus tanpa mengingat-ngingat kejadian tadi pagi buta. Saya berencana berangkat untuk melawati jalan semalam dan melihat apa benar ada warung disitu, Casino.

Teringat ada papan iklan besar dan papan kilometer 12, akhirnya sampai jalan yang kemarin saya lewati, ternyata jalan ini tidak sesepi malam hari. Dari kejauhan terlihat papan iklan besar dan saya dekati ada papan kilometer bertuliskan KM12, yaa !!!! Itu tidak salah lagi itu tempat saya dan soni kesebuah warung semalam.

Misteri Warung Gaib

Tepat ada papan iklan besar yg masi kosong belum terisi iklan dan papan KM12 yang membuat saya tersandung. Dan ternyata itu hanya kebun kosong ditumbuhi rumput ilalang tidak ada satupun warung Disitu.!! Dan didalam kebun terlihat dari kejauhan disitu ada rumah kosong tua sekali rumah itu atapnya pun sudah runtuh berserta pohon besar entah saya berhalusinasi atau tidak terlihat sosok perempuan melambaikan tangan dari rumah tua itu.

Dengan jelas saya lihat rambutnya putih bergaun putih, padahal pagi-pagi, wah! Itu membuat saya gemetar dan saya coba untuk menaiki motor. Karena saya juga belum sarapan dan gemetaran akibat hal sialan tadi, akhir nya saya berhenti di tempat jualan nasi uduk.

“Bu, nasi uduk nya satu ya” ujar aku.
“Ya mas…..” Jawab ibu itu.
“Jalan sekitar sini pun sangatlah ramai, apa mungkin bila malam hari sepi sekali ya?” Aku dalam hati.
“Ini mas nasi uduknya” ibu itu memberikan nasi yang kupesan.
“Iya terimakasih bu” jawab saya.

Rasa penasaran membuat saya untuk bertanya kepada ibu ini

“Bu apa kalo malam jalanan ini sepi sekali tidak ada kendaraan yg lewat sama sekali bu?” Tanya saya.
“Oh, tidak dik kalo malam tidak terlalu sepi apalagi di tambah truk2 bermuatan yg di perbolehkan jalan di atas jam 10:00 malam. Jadi tidak terlalu sepi malah banyak truk2 berlalu lalang” jawab ibu itu.
“Oh begitu iii..iya bu…” Ujar aku.
“Kenapa mas? Kok mas seperti orang sakit sih?” Tanya ibu itu.
Dan akhirnya saya pun menceritakan hal yg semalam saya alami ada warung gaib, dan ibu itu menjelaskan.
“Dulu di KM12 itu ada truk yang menabrak warung dan warung itu hancur tak berbentuk dan menewaskan penjaga warung tersebut. Yaitu seorang pasangan suami istri, dan rumah di dalam kebun itu rumah penjaga warung yang tewas itu. Ya jadi yang mas makan semalam itu hanyalah berupa tipuan mata saja mas, mas itu ga makan apa2 sebenarnya di warung gaib itu” ujar ibu itu, Slot Game
“Saya, sering melwati jalan sini tapi baru kali ini bu merasakan hal seperti semalam” jawab aku.

“Ya kemana-mana banyakin doa ya mas” ibu itu berkata kepadaku.
dan setelah mendengar penjelasan ibu warung itu saya pun rasanya ingin pingsan. Berarti yang dikamar tersebut itu bukan halusinasi saya melainkan penjaga warung gaib itu. Akhirnya saya tidak membertahukan hal ini ke soni, saya takut soni juga trauma akan hal ini.

Sekian cerita misteri tentang warung gaib di pinggir jalan, terima kasih udah mau baca cerita saya, maaf kalo ga seram.