DI GANGGU ARWAH PENASARAN

Di Ganggu Arwah Penasaran Pekerja Rumah Tangga

Di Ganggu Arwah Penasaran – Dinda sangat senang sekali, karena baru-baru ini ia kedatangan teman lamanya, namanya riska. Sudah sekitar 5 tahun dinda tidak bertemu dengan riska, semenjak kepindahan riska ke bontang kalimantan.

Kebetulan saat itu riska sedang berlibur ke jakarta. Dan selama di jakarta, Riska akan tinggal di rumah dinda, dinda pun sudah menyiapkan sebuah kamar tamu untuk sahabatnya itu. Dinda dan riska saling bercengkerama setiap hari, juga mengunjungi tempat-tempat wisata di jakarta.

Riska sangat senang, hingga sampai pada suatu malam, malam itu riska baru saja selesai mandi. Saat itu sekitar pukul 11:00 malam, suasana rumah dinda sudah sepi. Karena memang keluarga dinda adalah keluarga disiplin soal jam tidur.

Saat Riska baru saja naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya, ia mendengar suara-suara aneh. Seperti suara langkah-langkah kaki di depan kamarnya. Riska juga mendengar suara, seperti ada yang sedang berbincang tetapi dengan suara yang berbisik. Rasa penasaran muncul, mungkinkah salah satu pekerja rumah tangga, pikir riska?.

Dengan perlahan riska menuruni ranjang menuju arah pintu. Riska membuka pintu kamarnya. Begitu pintu kamarnya terbuka, kepala riska menyembul keluar. Mencari sumber suara, begitu pandangan riska sampai di ruang tamu, betapa kagetnya Riska melihat ada seorang wanita berdiri mematung di ruang tamu.

Wajahnya pucat, sebuah senyum misterius keluar dari bibir wanita itu. Melihat hal itu riska merinding, tetapi ia tetap membalas senyum wanita itu. Mungkin salah seorang PRT, pikir riska sembari menutup pintu. Riska pun tidur. Keesokan harinya riska ingin mencerita kan kejadian itu, tapi ia takut nanti ia disangka mengadu oleh PRT itu. (PRT, Pekerja Rumah Tangga / Pembantu)

Sudah 5 hari riska tinggal di rumah dinda,

ia tidak pernah melihat wanita itu. Atau mungkin memang karena riska selalu pergi. Riska tidak menghiraukan hal itu. 2 hari kemudian, riska mengalami hal yang sama. Ketika ia sedang membereskan pakaiannya, ia kembali mendengar suara langkah kaki dan suara seperti suara berbisik.

Riska pun tidak ambil pusing. Tetapi, tidak lama kemudian pintu kamar riska diketuk dari luar. Riska sedikit kaget mendengar itu, tetapi dengan tenang ia bangkit dan membuka pintu kamarnya. Begitu dibuka, alangkah kagetnya riska.

Ternyata yang mengetuk adalah wanita yang ia lihat pada malam sebelumnya. Jantung riska berdegup sangat kencang.

“Maaf Mbak menggangu, saya nggak bisa tidur nih. Cuma mau ngobrol.” Sapa wanita itu melihat wajah riska yang panik. Karena riska adalah pribadi yang low profile, ia pun mengizinkan wanita itu masuk ke kamarnya.

Setelah masuk, mereka berkenalan. Ternyata wanita itu bernama siti, benar ia adalah PRT di rumah dinda yang sudah 2 tahun bekerja di rumah itu. Tetapi entah kenapa bulu kuduk riska masih saja berdiri, ia juga merasa ada yang aneh dengan senyuman siti yang amat misterius.

Malam itu mereka berbincang. Perbincangan mereka sangat dalam, siti menceritakan kisah hidupnya yang pahit. Ia harus bekerja banting tulang untuk menghidupi orang tuanya. Juga tentang kekasih siti yang suka menganiaya dirinya.

Mendengar cerita siti, Riska sungguh tersentuh, ia merasa kasihan kepada siti. Lama-kelamaan riska sudah mulai mengantuk, ia pun mengakhiri perbincangan. Siti keluar dari kamar riska, dan riska pun tertidur.

Di Ganggu Arwah Penasaran

Di tengah tidurnya, riska merasa sesak napas, riska juga merasa ada yang memperhatikan nya. Di antara sadar dan tidak, riska melihat siti. Tetapi kali ini siti mengenakan daster yang sudah robek dan lusuh.

Tidak hanya itu, daster siti juga dipenuhi noda darah, keadaan siti begitu berantakan, luka lebam memenuhi wajahnya. Yang paling mengejutkan adalah di leher siti ada luka gorokan senjata tajam yang mengeluarkan darah.

Riska begitu ketakutan melihat hal itu. Dia hanya bisa berteriak, karena tidak bisa menggerakkan badannya. Sedangkan siti masih berdiri di depannya dengan senyuman yang menyeramkan. Hanya teriakan yang keluar dari bibir riska, air mata pun memenuhi pipi riska. Senyuman siti sangat seram, siti seperti ingin mencekik riska.

Riska pingsan karena ketakutan. Keesokan paginya ketika riska sadar, dinda dan orang tuanya sudah ada di samping riska. Mereka mengatakan bahwa mereka mendengar riska berteriak-teriak ketika tidur, dan mereka pun masuk untuk memeriksa.

Riska menangis di depan dinda dan orang tuanya. Riska menceritakan apa yang ia alami. Dinda dan orang tuanya hanya terdiam sambil menenangkan riska.

Ketika sore hari tiba, dinda menceritakan yang sebenarnya. Memang benar dulu dinda mempunyai PRT bernama siti, ia adalah PRT yg baik, ramah dan rajin. Tetapi sayang, siti meninggal di tangan pacarnya yang menggoroknya setelah memperkosa siti.

Baca Juga : Makhluk Menyeramkan Itu Menerorku

Kejadian itu tidak terjadi di rumah dinda, tetapi tetap saja arwah siti selalu kembali ke rumah dinda. Dinda dan keluarga, juga PRT yang lain sudah pernah di ganggu arwah penasaran siti yang selalu menampakan diri.

Tetapi dinda tidak menyangka bahwa Riska juga akan diganggu. Riska pun tidak akan pernah melupakan apa yang ia alami saat itu, pengalaman yang amat menyeramkan.