ACARA JERIT MALAM

Acara Jerit Malam Horor Bertemu Hantu Asli Di Tengah Jalan

 

Acara Jerit Malam – waktu itu dia lagi ikut acara perkemahan yang diadain sama sekolahnya di salah satu bumi perkemahan yang lokasinya di Kabupaten Semarang. Singkatnya, malam terakhir dari dua hari yang dijadwalkan, di gelar acara jerit malam.

Setiap regu terdiri dari 3 orang yang nantinya mereka akan disuruh untuk berjalan melewati rute yang telah ditentukan oleh para pembina. Di remangnya suasana malam tanpa di dampingi oleh pembina dan akan melewati pos-pos penjagaan untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Semua regu bersiap satu persatu untuk melakukan rutinitas tersebut, hingga tiba giliran regu si arif. Dengan didampingi kedua temennya, dia mulai melangkah melewati rute yang telah ditentukan. Ketika sampai di pos pertama, masing-masing dari mereka diminta untuk menulis tanda tangan di atas tempat yang telah ditentukan.

Ternyata tempat yang dimaksud adalah sebuah pocong jadi-jadian yang sedang tertidur di atas sebuah makam jadi-jadian pula. Nah,ketika masuk ke pos inilah mereka pada ketakutan karena harus menulis tanda tangan di atas tubuh pocong.

Bahkan saking ketakutannya, salah satu temen si arif (sebut aja si D) minta agar diwakilkan untuk tanda tangan. Tiba-tiba ada suara bilang, gak boleh diwakilkan. Harus tanda tangan sendiri. Mendengar ini, si D yang takut tadi malah semakin gemetaran. Setelah berhasil menuliskan tanda tangan, mereka spontan lari meninggalkan pos.

Acara Jerit Malam

Kurang lebih 20 meter dari pos, mereka berhenti dengan nafas tersengal-sengal. Ternyata apa yang mereka alami belum selesai. Di antara pepohonan, mereka melihat lagi sebuah pocong yang sedang berdiri membelakangi mereka. Karena nggak mau dikerjain dua kali, si arif yg terkenal iseng ini segera mengambil batu dan tanpa berpikir panjang langsung melempar batu ke arah si pocong.

“Lho, itu melesat apa tembus ya?” tanya arif pada kedua kedua temennya. Karena masih nggak yakin, diambilnya batu sekali lagi dan dilemparnya ke arah si pocong. Mereka terkaget. Ternyata tembus!!

Belum sempet berpikiran yang lain, si pocong malah nengok ke arah mereka sambil nyengir memperlihatkan wajah dan giginya yg menyeramkan. Tanpa dikomando, mereka lari lagi untuk yang kedua kalinya tanpa berhenti sampe di pos kedua.

Sebelum sampe di pos kedua, si D yang penakut ini merasa ingin buang air kecil. Setelah ketemu kamar mandi, mereka rame-rame menuju ke sana karena penakut, si D ini minta ditemenin sampe masuk ke dalam.

Karena arif dan temennya yang satu nggak mau, akhirnya mereka sepakat untuk si D kencing dengan posisi pintu terbuka. Tapi sebelum masuk kekamar mandi, si D yang penakut ini mendengar ada suara org menangis. Karena kurang yakin dengan pendengarannya, dia nanya ke si arif dan temen satunya.

“Eh, kalian denger ga?” tanyanya.

“Iya, gue denger,” jawab si arif.

“Gue juga,” jawab temen satunya.

Akhirnya mereka bertiga mencoba mencari asal suara itu. Ternyata suara berasal dari kamar mandi sebelah. Ketika pintu dibuka, terlihat seorang wanita sedang jongkok sambil menangis.

“Mbak, ada apa kok nangis, bisa dibantu mbak?” tanya si arif kepada wanita itu mewakili temen-temennya.

Wanita ini kemudian diem dan langsung berdiri. Belum sempet menanyakan pertanyaan selanjutnya, wanita ini langsung balik badan. Dan Gila!!! ketika balik badan inilah, mereka melihat wajah si wanita yang sudah hancur. Wajahnya dipenuhi darah dan belatung yang bergelantungan. Serta sebagian dadanya yang rusak bersimbah darah.

Baca Juga : Kerasukan Hantu Nenek Nenek

Tangisan yang tadi terdengar berubah menjadi tawa panjang yang menyeramkan. Mereka hanya bisa ternganga mematung menyaksikan pemandangan itu. Bahkan si D jatuh pingsan. Dengan berbekal kesadaran yang ada, mereka berdua berlari dengan menyeret si D meninggalkan tempat itu. Sekian cerita acara jerit malam, semoga menghibur anda semua.